INOVASI BARU PELAYANAN DI PUSKESMAS MELALUI

MENGAPA DIKEMBANGKAN KLINIK KEPERAWATAN ?

Kabupaten Sleman merupakan salah satu barometer pembangunan kesehatan di Indonesia, terbukti makin banyaknya tamu studi banding bidang kesehatan. Data yang tercover di Seksi Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kabupaten Sleman menunjukkan angka peningkatan jumlah tamu. Pada tahun 2003 ada 5 tamu yang berkunjung ke Dinkes Sleman, tahun 2004 ada 12 tamu, tahun 2005 ada 28 tamu, tahun 2006 ada 24 tamu, tahun 2007 ada 27 tamu , tahun 2008 sampai pertengahan Agustus sudah ada 37 tamu. Belum termasuk tamu yang berkunjung melalui bagian Humas Pemda Sleman dengan salah satu materi tujuan tentang kesehatan. Prosentase terbesar tujuan studi banding adalah pengembangan pelayanan kesehatan di Puskesmas. Dengan kenyataan ini, tantangan yang harus dijawab adalah pembangunan kesehatan yang berkesinambungan melalui inovasi pelayanan Puskesmas yang mengedepankan kebutuhan masyarakat akan pelayanan kesehatan yang paripurna.

Puskesmas sebagai pemberi pelayanan kesehatan terdekat bagi masyarakat berusaha untuk meningkatkan mutu pelayanan dengan berbagai upaya, antara lain peningkatan kualitas pelayanan, peningkatan kompetensi petugas, dan peningkatan sarana-prasarana. Disisi lain puskesmas berupaya untuk menyajikan paket pelayanan yang paripurna secara terintegrasi melalui pelayanan rawat inap, pelayanan rawat jalan, dan pelayanan 24 jam terbatas.

Klinik Keperawatan sebagai inovasi peningkatan pelayanan kesehatan kepada masyarakat di unit rawat jalan Puskesmas bertujuan untuk memberikan pelayanan keperawatan secara paripurna  sesuai kewenangan perawat baik dalam kompetensi mandiri, kompetensi delegasi dan kompetensi diperluas/limpah wenang dengan menggunakan pendekatan proses keperawatan kepada individu di unit pelayanan kesehatan baik dalam rentang sehat maupun sakit.

Pelayanan Klinik Keperawatan merupakan bagian dari seluruh sistem pelayanan rawat jalan di Puskesmas yang keberadaannya sejajar dengan unit pelayanan yang lain, seperti Pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak, Kesehatan Reproduksi Remaja,  Pelayanan Kesehatan Umum, Pelayanan Kesehatan Gigi dan Mulut, Laboratorium, Radiologi, Fisioterapi, Psikologi, Konsultasi Gizi, Konsultasi Kesehatan Lingkungan dan lain-lain.

SIAPA  SAJA  YANG  MENJADI  PELANGGAN  KLINIK  KEPERAWATAN ?

                        Lingkup tindakan di klinik keperawatan keperawatan meliputi tindakan mandiri perawat, tindakan kolaborasi, dan tindakan limpah wenang, dengan menggunakan pendekatan proses keperawatan.

Sasaran pelayanan di klinik keperawatan adalah kasus-kasus yang memerlukan asuhan keperawatan yang terdiri dari :

  1. Sasaran prioritas

Sasaran prioritas individu adalah usia lanjut, penderita penyakit menular (a.l TB Paru, Kusta, Malaria, Demam Berdarah, Diare, Ispa,/Penumonia), penderita penyakit degeneratif. Sasaran prioritas ini kemudian akan dilakukan tindak lanjut dengan kunjungan rumah untuk mengurangi potensi penyebaran penyakit, ketidak teraturan minum obat, dan meminimalkan bertambah buruknya kondisi pasien karena faktor lain di lingkungan tempat tinggal.

  1. Sasaran non prioritas

Adalah sasaran yang perlu mendapatkan asuhan keperawatan sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari pelayanan pengobatan ataupun pelayanan kesehatan lainnya. Antara lain : jahit luka, perawatan luka, ganti balutan, kontrol pasca  operasi, perawatan luka bakar, pembersihan kotoran ditelinga, circumcisi/kithan, pemasangan kateter, pemeriksaan rekam jantung, oksigenasi, dan tindakan lain sesuai dengan ketersediaan sarana di masing-masing Puskesmas.

Dengan adanya klinik keperawatan masyarakat yang membutuhkan pelayanan segera karena kasus-kasus keperawatan tidak perlu antri di Rawat Jalan Umum/ BPU, sehingga waktu antrian lebih pendek.

KITA BUAT PERCONTOHAN DULU ……

            Pengembangan Klinik Keperawatan merupakan hal baru yang dikembangkan sebagai bagian pelayanan rawat jalan Puskesmas di Kabupaten Sleman. Karena merupakan hal baru di buat area percontohan pengembangan, yaitu di Puskesmas Ngemplak I dan Puskesmas Seyegan yang kemudian diikuti dengan 22 Puskesmas yang lain. Kedua Puskesmas ini diharapkan menjadi rujukan pengembangan Klinik Keperawatan di Puskesmas Kabupaten Sleman.

Puskesmas Ngemplak I, pelayanan di Klinik Keperawatan sudah dilaksanakan sejak Juni 2007 dan sudah dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat. Rata-rata kunjungan 59 pasien perbulan, dengan kasus terbesar adalah perawatan luka (pasca jahit, luka bakar, pasca operasi kecil, dll), pembersihan kotoran di telinga (cerumen), reposisi telinga, circumcisi, oksigenasi, rekam jantung, konseling keperawatan dirumah untuk kasus-kasus penyakit kronis, perencaan tindak lanjut kasus di rumah (home care), pemasangan infus dan kateterisasi pra-rujukan dan kasus-kasus lain. Dengan adanya Klinik Keperawatan pasien yang “hanya akan”  melakukan perawatan luka/ganti verban tidak perlu antri di BPU, pasien mengatakan senang dengan adanya pelayanan Klinik Keperawatan ini.

Sakniki nek namung ajeng ngontrolke jahitan mboten sah antri dangu, selak ngampet sakit , antrine langkung cepet, langkung sekeco.”, (“sekarang kalau hanya untuk kontrol setelah dijahit tidak perlu antri lama, nahan sakit, antrian lebih cepat, lebih enak”) demikian komentar pasien yang sedang dilakukan perawatan luka bakar di Klinik Keperawatan yang berhasil kita temuai saat bertandang ke Puskesmas Ngemplak I.

Puskesmas Seyegan, pelayanan di Klinik Keperawatan dilaksanakan sejak Mei 2008, dengan rata-rata kunjungan 35 pasien perbulan. Dengan adanya inovasi pengembangan pelayanan baru masyarakat langsung memberikan sambutan yang positif, dibuktikan dengan adanya kunjungan sebagai akses masyarakat terhadap jenis pelayanan ini. Kepala Puskesmas Seyegan memberikan motivasi yang tinggi terhadap peningkatan kinerja perawat melalui keikut sertaannya dalam praktik mandiri perawat di Klinik Keperawatan.

Kami sangat mendukung dengan adanya pengembangan Klinik Keperawatan ini. Pada audit ISO mendatang Klinik Keperawatan akan menjadi salah satu area audit, sehingga keberadaannya terstandar sama dengan unit pelayanan lain” demikian yang disampaikan oleh dokter Elyssa Sinaga Kepala Puskesmas Seyegan ketika dilakukan audit Pelayanan Klinik Keperawatan oleh Tim Audit dari Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman.

YANG MASIH MENJADI Pe eR KE DEPAN….

            Sesuatu yang baru tanpa ada sambutan yang beragam tentu kuranglah mengena di hati, demikian juga keberadaan Klinik Keperawatan. Semua masukan yang disampaikan merupakan pintu masuk menuju perbaikan. Selama pengembangan di dua Puskesmas percontohan tidak ditemukan hambatan yang dirasa serius. Sebagai langkah lanjut pengembangan, hal yang perlu dilakukan  adalah sosialisasi di Lingkup Dinas Kesehatan dengan sasaran Puskesmas yang lain, kebijakan yang mendukung terhadap pengembangan di semua Puskesmas, penyusunan petunjuk teknis di tingkat Kabupaten, dan adanya dukungan dari profesi lain terhadap kewenangan perawat dalam kompetensi mandiri keperawatan di unit pelayanan kesehatan masyarakat. Dan ujung ujungnya adalah nunggu dana sebagai sarana utama untuk pengembangan.

Sebuah prestasi pada mutu

Sebuah prestasi pada mutu

1 Response so far »

  1. 1

    Joe Azbell said,

    Pneumonia can really be deadly if it is not treated at an early stage. I always fear of getting pneumonia so i always take Vitamin-C to build my immune system. ‘`”:”

    Go and visit our own website too
    http://www.healthmedicinelab.com/ear-infection-treatment/


Comment RSS · TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: