Kasus penyakit Hipertensi dan Diabetus Mellitus Di Puskesmas Kabupaten Sleman sangat tinggi

Kasus penyakit Hipertensi dan Diabetus Mellitus  Di  Puskesmas Kabupaten Sleman sangat tinggi

Berdasarkan laporan dari 24 Puskesmas yang ada di Kabupaten Sleman tahun 2008, penyakit hipertensi dan penyakit Diabetus Mellitus (DM) sudah masuk dalam urutan sepuluh penyakit terbanyak di Kabupaten Sleman. Selain dua penyakit tersebut, urutan tertinggi ditempati oleh penyakit batuk pilek (common Cold). Sedangkan urutan kedua ditempati oleh penyakit hipertensi / tekanan darah tinggi, dan urutan ketiga adalah infeksi akut lain pada saluran pernafasan bagian atas.   Sementara untuk kasus hipertensi sebanyak 57338 yang meliputi 18190 kasus baru ( 32%) dan 39148 kasus lama (68% ), Diabetus Mellitus tahun 2008 tercatat sebanyak 2.907 (12%) kasus dengan perincian kasus baru sebanyak 18.784 kasus dan kasus lama sebanyak 20.360 (88%) kasus.  

Penyakit Hipertensi adalah apabila tekanaan sistolik > 120 mmHg dan tekanan diastolic > 90 mmHg secara kronik. Hipertensi sering dijumpai pada individu diabetes mellitus (DM) dimana diperkirakan prevalensinya mencapai 50-70%. Modifikasi gaya hidup sangat penting dalam mencegah tekanan darah tinggi dan merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dalam mengobati tekanan darah tinggi. Merokok adalah faktor risiko utama untuk mobilitas dan mortalitas  Kardiovaskuler.

Di Indonesia banyaknya penderita Hipertensi diperkirakan 15 juta orang tetapi hanya 4% yang merupakan hipertensi terkontrol. Prevalensi 6-15% pada orang dewasa, 50% diantaranya tidak menyadari sebagai penderita hipertensi sehingga mereka  cenderung untuk menjadi hipertensi berat karena tidak menghindari dan tidak mengetahui factor risikonya, dan 90% merupakan hipertensi esensial.Saat ini penyakit degeneratif dan kardiovaskuler sudah merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat di Indonesia. Hasil survey Kesehatan Rumah Tangga (SKRT) tahun 1972, 1986, dan 1992 menunjukkan peningkatan prevalensi penyakit kardiovaskuler yang menyolok sebagai penyebab kematian dan sejak tahun 1993 diduga sebagai penyebab kematian nomor satu. Penyakit tersebut timbul karena berbagai factor risiko seperti kebiasaan merokok, hipertensi, disiplidemia, diabetes melitus, obesitas, usia lanjut dan riwayat keluarga. Dari factor risiko diatas yang sangat erat kaitannya dengan gizi adalah hipertensi, obesitas, displidemia, dan diabetes mellitus. 

Berdasarkan hasil Riset kesehatan daerah (Riskesdas tahun 2008) bahwa kebiasaan masyarakat merokok saat ini di Provinsi DIY sebanyak 23,8% pada usia 10 tahun keatas, dengan jumlah rokok yang dihisap setiap hari sebnayak 8 batang/hari. Hal ini menunjukkan bahwa pola perilaku masyarakat terhadap rokok sangat tinggi dan ini sebagai salah satu pemicu terjadinya kasus hipertensi dan DM di Masyarakat.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: