Memandirikan Pelayanan Kesehatan

Pelayanan yang peduli dan mampu mengakomodasi kebutuhan masyarakat merupakan tuntutan yang harus dipenuhi oleh organisasi penyedia pelayanan kesehatan. Dewasa ini, meskipun dalam kenyataan penyelenggaraan pelayanan kesehatan masih berorientasi pada kepentingan provider daripada kepentingan pasien dan masyarakat. Desentralisasi dan deregulasi sebagai salah satu wujud pelaksanaan reformasi dalam pelayanan kesehatan pada satu pihak, diharapkan dapat mengubah keadaan nyata tersebut, sehingga pelayanan kesehatan kembali berperan sebagai pembela kebutuhan masyarakat, dan pihak lain dapat mendorong efisiensi dalam penyelenggaraan pelayanan berkait dengan keterbatasan sumber daya.

Berangkat dari pemikiran kepedulian terhadap kebutuhan pelanggan dan efisiensi penyelenggaraan pelayanan, sejalan dengan Peraturan Pemerintah (PP) No. 8/2003, dan kewenangan wajib minimal dinas kesehatan kabupaten, maka restrukturisasi terhadap organisasi penyedia pelayanan yang terdepan, yang berhadapan langsung dengan pelanggan perlu dilakukan. Dinas

Kesehatan Kabupaten sebagai pelaku regulator harus melakukan rintisan perubahan sistem pelayanan kesehatan yang lebih patient focus, melalui restrukturisasi dengan pembentukan cabang dinas, pusat kesehatan masyarakat (puskesmas), dan pos kesehatan desa (poskesdes), dengan pertimbangan bahwa struktur pelayanan yang sekarang lebih terfokus ditingkat kecamatan, mutu pelayanan belum diupayakan secara optimal, besarnya beban permasalahan kesehatan yang dihadapi menyebabkan organisasi seperti Puskesmas tidak dapat menyediakan pelayanan yang sesuai harapan pelanggan.

Beredarnya wacana swadana atau badan layanan umum dianggap sebagai salah satu jalan keluar untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat secara optimal. Memang secara umum pelayanan sektor kesehatan dalam memberikan dan menyediakan kebutuhan pelayanan kesehatan seharusnya tidak terganggu oleh mekanisme proses penganggaran yang sama dengan bidang lain, karena kebutuhan pelayanan kesehatan dapat langsung proses perencanaan dan penganggaran tanpa mengesampingkan aturan yang ada.   

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: